Mengapa Banyak yang Gagal Ujian Kualifikasi Leapforce?

Beberapa hari terakhir, saya menanyakan satu persatu teman-teman saya yang telah mendaftar Leapforce. Bagaimana dengan progress mereka, bagaimana dengan hasil ujiannya, apakah ada kabar bahagia?

Ternyata hampir semuanya menjawab dengan kompak, belum. Ya saya yakin, belum bukan berarti tidak akan ada kabar bahagia, hanya saja kabar bahagia itu sedang ditunda sampai tiba waktu yang tepat.

Saya pun tidak berhenti sampai disitu. Saya kemudian menanyakan, apa yang kira-kira membuat mereka gagal ujian. Hal ini saya lakukan untuk menarik asumsi, apa yang kurang dari strategi mereka tersebut.

Perlu diketahui, saya menulis pengalaman saya bekerja di Leapforce bukan karena promosi, affiliate marketing atau semacamnya. Tapi saya ingin mengajak siapa pun untuk memanfaatkan waktu luangnya dengan bekerja online. Lumayan lho bisa untuk jajan, bahkan kalo rajin mungkin bisa beli berlian, agak lebay sih.

Setelah tanya kesana kemari, sepertinya asumsi terkuat saya terkait penyebab terbesar mengapa banyak pendaftar yang gagal ujian Leapforce adalah ‘kurang kepo.’

Ini kan mau kerja bukan mau gosip kenapa harus kepo?

Tidak selamanya kepo itu diartikan negatif. Saat bekerja sebagai Search Engine Evaluator, kamu justru dituntut untuk memiliki insting kepo tingkat tinggi. Insting kepo inilah yang akan membuat kamu lebih memahami cara kerja Leapforce.

Mengapa saya menyebutnya kurang kepo? Karena biasanya, banyak pendaftar yang kurang mengeksplorasi sedetail-detailnya tentang Leapforce dan ujian kualifikasinya pada saat mengikuti ujian.

Selain mengetahui 6 hal yang wajib kamu ketahui sebelum mendaftar Leapforce dan strategi memanfaatkan alokasi waktu ujian, kamu juga perlu mengeksplorasi hal-hal berikut:


Clue Kepo #1: Cara Kerja Search Engine Evaluator


Sebenarnya cara kerja Search Engine Evaluator bisa kamu pelajari secara lebih detail dari guideline yang diberikan setelah kamu mendapat tanggal ujian.

Sebagai Search Engine Evaluator kamu akan mendapat task untuk menilai kesesuaian antara query atau keyword dengan hasil pencarian yang muncul di Google.

Oleh karena itu, insting kepo kamu sangat dibutuhkan untuk mengecek apakah hasil pencarian yang muncul sudah sesuai dengan keyword yang diketik user, hasil pencarian mana yang paling sesuai, mengapa link A ada di paling atas dan mengapa link B ada di paling bawah dan mengapa link C ada ditengah (dan masih baaaanyak ketentuan lainnya).

Sebelum memahami bagaimana cara kerja search engine evaluator, akan lebih baik jika kamu mempelajari How Google Search Works. Di link tersebut, Google menampilkan grafik yang sangat interactive untuk menjelaskan bagaimana Google bekerja.

Screen Shot 2016-06-15 at 3.08.57 PM

Secara kasarnya, search engine evaluator bekerja untuk membantu Google mencapai tujuannya, menampilkan hasil pencarian sebaik mungkin.

Setelah itu, kamu perlu melakukan kepo lanjutan di Webmasters Googleblog. Di link tersebut, kamu akan menemukan banyak informasi terkait bagaimana Google melakukan penilaian. Di link tersebut kamu juga bisa menemukan guidelinenya lho.


Clue Kepo #2: Soal-soal Ujian Kualifikasi Leapforce


Ada ga ya contoh soal-soal ujian Leapforce?

Pernahkah kamu terpikir dengan pertanyaan itu? Jika pernah, ayo sekarang kamu terapkan. Jika belom, yaudah ayo cepetan ikut kepo juga. Kenapa? Sebab ini adalah salah satu insting kepo yang sangat bermanfaat.

Dengan mencoba mencari tahu contoh soal yang ada di ujian kualifikasi Leapforce, setidaknya kamu ada gambaran terkait seperti apa contoh soalnya. Kepo ini sangat penting terutama untuk soal ujian tahap 1 yang berupa teori.

Wah, enak dong kalo udah tahu soal ujiannya, berarti udah pasti lulus ya?

Siapa bilang?

Pertama, seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, ujian kualifikasi Leapforce ada 3 tahap. Jika kamu lulus tahap satu, itu berarti kamu masih harus berjuang di tahap kedua dan ketiga.

Kedua, sudahkah kamu mencoba kepo mencari soal tersebut? apakah kamu menemukannya? dan apakah ada jawabannya juga? Nah silakan dijawab masing-masing.

Saya menemukan sebuah blog yang membagi soal ujian Leapforce tahap 1. Itu dari blog seseorang yang pernah mengikuti ujian namun gagal. Dia sudah mencoba dua kali dan dua-duanya gagal.

Akhirnya dia mencoba untuk membagi soal-soal ujian tersebut dengan maksud membantu siapa pun yang ingin lulus ujian Leapforce. Tapiii… dia menulis ini,

I am not here to help you cheat, obviously my dumb ass failed it so I can’t give you the answers but I can give you the actual questions and multiple choice answers that were on the exam. Also if it would help anyone I can tell you what answers I gave if you want to duplicate my failure. *lol*

Apa maksudnya? Soal ujian ada yang publish tapi yang publish soal beserta jawabannya sangat jarang (agak dilembutkan untuk mengganti kata tidak ada).

So, mumpung belum di hapus karena copyright, cepet-cepet kepo gih!

Kenapa soal-soalnya ga diposting di blog ini saja?

Wah kalo itu jujur saya tidak berani. Di perjanjian kontrak kerja ada peraturan tidak boleh membagikan atau pun mempublish apa pun yang ada di sistem Leapforce. Jika ketahuan, kontrak saya bisa dicabut. Oleh karenanya, cukup saya kasih clue saja ya!

Tips!

  • Sekarang, saatnya kamu buka new tab
  • Ketik ‘Leapforce Exam’
  • Untuk hasil lebih cepat, setelah keluar hasil pencarian, klik tab image
  • Selamat, kamu telah menemukan harta karun tersembunyi!

Clue Kepo #3: Pengalaman Orang-orang yang pernah Ujian Leapforce


Agar kamu memiliki gambaran ujian kualifikasi Leapforce yang semakin kuat, kamu juga perlu kepo pengalaman orang-orang yang pernah mengikuti ujian kualifikasi Leapforce.

Informasi tersebut banyak sekali tersedia di internet, so keponya jangan tanggung-tanggung ya!

Tips!

  • Untuk hasil pencarian terbaik silakan gunakan keyword Bahasa Inggris.
  • Jika kamu sudah mengikuti ujian namun gagal, kamu akan mendapat kesempatan satu kali lagi. Begitu kamu dapat link ujian kedua, segera reschedule dan carilah informasi sebanyak-banyaknya, sebelum kesempatan kedua itu hilang!

Klik disini untuk mendaftar Leapforce: https://www.leapforceathome.com/


If you have a question related to my post, please leave a comment through my blog posts. I don’t feel comfortable for being contacted via private message in my social media. I am so sorry but thank you so much for being my valued reader 🙂


 

17 thoughts on “Mengapa Banyak yang Gagal Ujian Kualifikasi Leapforce?

  1. saya udah baca, total guideline dari leapforce , tapi tetep saat ujian gatot alias gagal total,, saya bingung, teknis jawabnya harus spt apa…

    Like

    1. Gagal di ujian tahap berapa mas ? kebanyakan orang gagal di tahap 2 atau yang paling banyak di tahap 3.
      Tahap 1 seharusnya cukup mudah dijawab. Kan ujiannya tidak ada batas waktu. Modal guideline dan Control-F (find text) di Adobe reader 90% dijamin lulus. Kalau tahap 2 dan 3 memang harus paham materi Guideline

      Like

      1. Iya mbak, sampingan di LF, gabungnya di akhir Juli llau, sudah 3 dapat kali review, Alhamdulliah masih diatas meet expectation terus, semoga diperpanjang terus kontraknya.

        Like

  2. Mbak. Mau tanya dong. Saya baru mengikuti exam dari Leapforce, baru pada tahap 1 ujiannya. Di akhir ujian ada tombol submit, lalu saya klik tersebut. Namun, setelah itu muncul halaman awal exam dengan tulisan “Acquire if available – Experimental” lagi. Saya coba lagi untuk kesekian kalinya, tapi tetap sama muncul seperti itu, lalu utk yg kesekian kalinya saya mencoba submit and stop rating, alhasil saya dikirimi email dari leapforce utk tidak bisa bergabung dengan project Yukon tsb.
    Kalau boleh tau apakah ada saran utk ke depannya, dan langkah apa yg perlu saya ambil supaya dapat bergabung dengan Leapforce?

    Terima kasih

    Like

    1. sudah berapa soal yang kamu kerjakan? karena untuk ujian tahap itu memang ada beberapa soal, tidak hanya satu. Jadi harus diselesaikan sampai ada tulisan no task available. Kalau pun di klik submit and stop rating, itu masih bisa balik lagi dan dikerjakan sampai selesai. Untuk tipsnya bisa baca baca ditulisan saya yang lain, kalau sudah gagal, terkadang Leapforce memberikan kesempatan kedua, ditunggu aja, semoga dapet

      Like

      1. Saya mengerjakan nya kurang lebih 2,5 jam kalau ditotal sudah 100 soal lebih. Saya mengerjakannya kalau tidak salah sampai 6 kali ketemu tulisan no task available mbak. Utk yang berikutnya itu saya klik di submit and stop rating. Apakah memang jumlah soal tes nya sebegitu banyak kah? Kalau tidak salah setiap halaman 6 soal, satu set soal ada 5 halaman.
        Iya benar, sudah baca2 info dari Mbak.. Terimakasih infonya. 🙂

        Like

  3. Hai Ani, kemarin ini aku coba daftar Leapforce dan alhamdulillah lolos qualifikasi untuk project Tahoe. Untuk project ini beda sama Yukon ya? Karena aku gak disuruh ikut exam tapi bisa langsung kerja. Nah yang aku bingung, di agreementnya kita diminta untuk kerja selama 5 jam/hari untuk tau kita qualified atau nggak, tapi di email, aku sudah bisa mulai kerja. Pas aku buka website Leapforce juga udah ada tulisan “Work This” untuk project Tahoe, tapi setelah diklik malah muncul tulisan ini “Sorry, there are no tasks available in this project at this time. Please try back a little later, or select a different project.”, jadi itu gimana ya?
    Thanks in advance, Ani.

    Like

  4. Hi Ani, semalem saya selesai melanjutkan ujian part 1 Yukon, tadi pagi dapet email dari Yukon kalo saya tidak pass score mereka atau tidak menyelesaikan test nya, padahal saya baru saja mengerjakan kira2 25 soal,, apa saya dapat email karena saya klik tombol “submit & stop rating” jadinya tim yukon mengira saya tidak melanjutkan exam nya? Apa ujian Yukon part 1 memang harus dikerjakan sekaligus ya Mba dan gak bisa take a break dulu gitu?

    please advise, thanks 🙂

    Like

    1. Bisa pake break dulu kok, justru itu fungsinya ‘submit and stop rating’ dulu saya juga beberapa kali break untuk shalat makan dll, tapi ga sampe ganti hari, jadi di kerjain dalam satu hari, waktu itu saya mulai pagi sampe siang

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s