Advertisements

Apply Visa Jepang: 10 Hal yang Harus Kamu Perhatikan

boat-1835081_1920

-Balada Drama Apply Visa Jepang-

Tik tok Tik Tok

Masukin tas, keluarin lagi, masukin saku, keluarin lagi, akhirnya saya pegang!

Ya, itulah hape saya. Berkali-kali saya melihat ke arah jam digital yang terpampang lebar dilayar. “Duh gimana ini, sudah jam segini, ” batin saya sembari memperhatikan angka 2.45 yang tercetak sangat jelas, ibarat tulisan, udah pake huruf kapital, bold, italic, di underline pula.

Kebetulan saat itu dapet abang ojek yang baik, saking baiknya, motor melaju dengan santai dari arah Stasiun Cikini ke Jalan Thamrin. “Bang bisa agak cepetan gak ya?” Sebenernya pengen banget ngomong ini tapi ga tega takut dibilang kaya yang di meme-meme itu, “kalo mau cepet-cepet berangkat dari kemarin mbak” *kan ga lucu. Mau gimana lagi, karena ga enakan akhirnya cuma bisa duduk was was di jok belakang 😦

Jadi ceritanya, hari Selasa, 7 Februari 2017 lalu saya mau ke Kedubes Jepang di Jalan MH Thamrin No.24, Menteng, Jakarta, buat ambil visa.

Salah sayanya juga sih berangkatnya mepet. Udah tahu jam pengambilan visa mulai dari 13.30-15.00, eh saya baru siap siap jam 13.30. Pas baru kelar dress up tiba-tiba ujan deres. Akhirnya pun nunggu sekitar 15 menit. Begitu ujan reda, sekitar pukul 14.00 WIB, saya pun langsung ngacir ke stasiun. Udah perginya mepet, mana baru inget pula kalo ojek ga bisa lewat depan kantor Kedubes Jepang haish…

Singkat cerita, saya turun dari ojek di depan Grand Hyatt dan jalan cepat menuju gedung Kedubes Jepang. Akhirnya saya sampai di kedubes Jepang pukul 14.57. Bayangin dong 3 menit lagi, 3 menit maak. Mana masih ngos-ngosan udah langsung disamperin satpam.

“Mbak mau kemana Mbak?”

“Pak mau ambil visa, masih bisa ga ya pak?”

“Ayo cepet-cepet udah mepet ini” tanpa ba bi bu langsung saya disuruh cepet-cepet masuk.

Begitu saya mau nyerahin KTP buat dituker kartu masuk, bapaknya ngliat jam dulu, ‘Ayo mbak cepet, udah mau ditutup’. Saya pun makin dag dig dug. Dengan tergopoh-gopoh napas masih naik turun, saya masuk, melewati pemeriksaan lalu ambil antrian.

Fyuuuh sampe juga. Saya pun langsung duduk di bangku yang masih kosong. Deg! dan mendadak saya deg-degan lagi. Bukan karena ngeliat cowok ganteng yang senyum senyum dipojokan, bukan. Tapi lebih penting dari itu.

Ya ampuun, saya lupa ambil duit, lha piye iki, mau bayar visa pake apa wkwkkwkwk saya pun pengen ketawa miris.

Saya coba keluar ruangan, tanya satpam dan ternyata di gedung itu tidak ada ATM, adanya di gedung sampingnya yaitu Plaza Indonesia. Saya pun langsung ngacir keluar berusaha dorong-dorong pintu yang ga mau kebuka karena memang ga sembarangan buat keluar masuk. Ga peduli samping saya ada antrian mengular orang tukar kartu masuk dengan KTP buat keluar.

“Mbak KTP nya dituker dulu” ujar salah satu pemuda dibaris paling depan

“Mbak mau kemana mbak?” satpam juga bertanya, ga mau ketinggalan

“Saya mau ke ATM bentar pak”

“Gak bisa mbak, kita udah mau tutup, mbak coba ijin sama loket dulu, nanti loket telp kemari baru saya buka kan pintunya”

ealaah…

Saya pun kembali masuk dan bertanya pada petugas loket yang pada akhirnya saya disuruh dateng lagi besok. Hadeuh, sia-sia dong perjuanganku hari ini wkwkkwkw. Saya coba screening orang-orang sekitar yang kira-kira memiliki aura baik dan bisa dipinjemin sementera. Sayangnya ga ada, duh mau pinjem duit dulu ama sapa coba?

Drama oh drama, jadi pemain drama itu kadang ga enak, apalagi kalo ga tahu endingnya bakal gimana. Kira kira berhasil ga ya saya ambil visa hari itu? Ok cerita kita pending dulu, supaya kamu yang mau apply visa Jepang bisa prepare lebih lanjut dan ga masuk dalam konflik drama, baiknya kamu harus perhatiin beberapa hal berikut:

Perhatikan Persyaratan yang dibutuhkan untuk Apply Visa Jepang!

Persyaratan visa Jepang menurut saya lebih simple dibanding visa Korea Selatan.

Dokumen-dokumen Persyaratan visa Jepang Kunjungan Sementara untuk Tujuan Wisata dengan Biaya Sendiri antara lain:

  1. Paspor.
  2. Formulir permohonan visa. [download (PDF)] dan Pasfoto terbaru (ukuran 4,5 X 4,5 cm, diambil 6 bulan terakhir dan tanpa latar, bukan hasil editing, dan jelas/tidak buram)
  3. Foto kopi KTP (Surat Keterangan Domisili)
  4. Fotokopi Kartu Mahasiswa atau Surat Keterangan Belajar (hanya bila masih mahasiswa)
  5. Bukti pemesanan tiket (dokumen yang dapat membuktikan tanggal masuk-keluar Jepang)
  6. Jadwal Perjalanan [ download (DOC)] (semua kegiatan sejak masuk hingga keluar Jepang)
  7. Fotokopi dokumen yang bisa menunjukkan hubungan dengan pemohon, seperti kartu keluarga, akta lahir, dlsb. (Bila pemohon lebih dari satu)
  8. Dokumen yang berkenaan dengan biaya perjalanan:Bila pihak Pemohon yang bertanggung jawab atas biaya
    * Fotokopi bukti keuangan, seperti rekening Koran atau buku tabungan 3 bulan terakhir (bila penanggung jawab biaya bukan pemohon seperti ayah/ibu, maka harus melampirkan dokumen yang dapat membuktikan hubungan dengan penanggung jawab biaya).

Perhatian:

*Dokumen harus disusun sesuai urutan No. 2 – 8 sebelum diserahkan di loket.

* Bagi yang termasuk dalam kategori berikut, maka Pemohon maupun anggota keluarga (suami/istri dan anak) tidak perlu melampirkan bukti keuangan (tercantum pada nomor 8). (Bila diperlukan, dokumen tambahan akan diminta untuk melengkapi atau membuktikan hal tersebut).

  • Pemohon adalah karyawan perusahaan yang terdaftar di Bursa Saham Indonesia.
  • Pemohon adalah karyawan BUMN.
  • Pemohon adalah karyawan dari perusahaan yang menjalin kerja sama dengan perusahaan di Jepang.
  • Pemohon adalah karyawan dari perusahaan joint venture Indonesia – Jepang, atau anak perusahaan Jepang, atau cabang dari perusahaan Jepang.
  • Pemohon adalah karyawan dari instansi pemerintah.
  • Pemohon adalah budayawan/ seniman yang sudah go-international; atlit yang sudah diakui ; dekan, profesor, asisten profesor dari universitas; pimpinan museum, atau lembaga penelitian pemerintah maupun swasta.

*Bila aplikan ingin mengajukan permohonan visa untuk kunjungan berkali-kali (Multiple Visa), maka harus melampirkan surat penjelasan alasan keperluan kunjungan berkali-kali ke Jepang atau surat penjelasan dari pihak Pengundang.

*Untuk visa kunjungan berkali-kali, harap melihat persyaratan visa untuk kunjungan berkali-kali.

Pastikan Kamu Apply Visa Jepang Sesuai Wilayah Yuridiksi Kamu!

Kedubes Jepang memberlakukan kategorisasi untuk wilayah Yuridiksi buat kamu-kamu yang mau apply visa. Beberapa hari sebelum saya apply, ada teman yang cerita dia KTP Padang jadi ditolak untuk apply di Jakarta dan harus apply ke Medan. Nah supaya kamu ga bolak-balik. Alangkah baiknya, cek wilayah kamu sesuai yang tertera di KTP sesuai kategori berikut:

Bagian Konsuler Kedutaan Besar Jepang di Jakarta

Jl. M.H. Thamrin No. 24, Jakarta 10350, INDONESIA
Telephone: (021) 3192-4308
FAX : (021) 315-7156

Wilayah Yurisdiksi (wilayah kerja) :
Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung


Kantor Konsuler Jepang di Makassar

Gedung Wisma Kalla Lantai 7
Jl. Dr. Sam Ratulangi No. 8-10, Makassar, INDONESIA
Telephone : (0411) 871-030
FAX : (0411) 853-946
Website : http://www.surabaya.id.emb-japan.go.jp/makassar/

Wilayah Yurisdiksi (wilayah kerja) :
Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Maluku Utara, Maluku, Papua (Irian Jaya), Papua Barat


Konsulat Jenderal Jepang di Surabaya

Jl. Sumatera No. 93, Surabaya, INDONESIA
Telephone : (031) 503-0008
FAX : (031) 503-0037, 502-3007 (Visa)
Website : http://www.surabaya.id.emb-japan.go.jp/

Wilayah Yurisdiksi (wilayah kerja) :
Jawa Timur, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan


Konsulat Jenderal Jepang di Denpasar

Jl. Raya Puputan No.170, Renon, Denpasar, Bali, INDONESIA
Telephone : (0361) 227-628
FAX : (0361) 265-066
Website : http://www.denpasar.id.emb-japan.go.jp/

Wilayah Yurisdiksi (wilayah kerja) :
Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur


Konsulat Jenderal Jepang di Medan

Sinar Mas Land Plaza (Wisma BII), 5th floor
Jl. Pangeran Diponegoro No. 18, Medan, Sumatera Utara, INDONESIA
Telephone : (061) 457-5193
FAX : (061) 457-4560
Website : http://www.medan.id.emb-japan.go.jp/

Wilayah Yurisdiksi (wilayah kerja) :
Aceh Nangroe Darusalam, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jambi, Riau, Kepulauan Riau


Perhatikan Ukuran Kertas Berkas Aplikasi Visa Jepang!

Waktu saya datang untuk mengajukan visa saya agak terkejut ketika disana banyak tempelan peraturan, salah satunya ini.

Peraturan Dokumen Persyaratan Visa Jepang

Semua berkas harus dalam A4, padahal dokumen tiket dan hotel saya diprint pake kertas folio.

Wah kalo ditolak mesti balik lagi nih besok pagi, batin saya. Untungnya saya ga langsung ngacir pulang tapi nyoba tetep maju. Ternyata diterima dan ga bermasalah. Tapi buat kamu yang mau apply, usahakan berkas aplikasi pake A4 ya buat jaga-jaga supaya lebih aman.

Perhatikan Ukuran dan Background Foto Visa Jepang!

Ukuran foto aplikasi visa jepang adalah 4,5 x 4,5 cm (square) dan usahakan background putih. Kemarin teman saya sempet agak was-was karena background fotonya biru. Tapi ternyata diperbolehkan. Namun untuk amannya usahakan warna putih ya.

Apakah fotonya harus 6 bulan terakhir? Seharusnya dan baiknya memang begitu. Tapi saya pake foto saya tahun 2014 yang saya pakai buat apply visa umroh, visa Korea dan akhirnya visa Jepang hehehe.

Berapa Minimal Saldo Rekening untuk Apply Visa Jepang?

Saya pake aturan yang banyak di bahas di blog-blog traveling yaitu 1,5 juta atau 2 juta kali lama hari selama disana.

Yah Tabungan Saya Ga Sebanyak itu Gimana Dong?

Kalau kamu travelingnya bareng temen-temen, coba gantian share atau tukeran tabungan. Waktu apply visa Korea saya seperti itu. Misal Si A, print rekening koran, habis itu tabungannya di transfer ke rekening saya, saya print rekening koran dan saya balikin lagi uangnya. Alhamdulillah hasilnya visa saya diterima.

Tapi mungkin agak ekstrim ya ada uang dadakan, kalau mau lebih aman, pinjem temen tapi di endapin sekitar sebulan. Misal kamu mau apply awal Maret, akhir Januari atau awal Februari kamu sudah mulai menimbun pinjaman dan di taruh di rekening kamu.

Dimana Lokasi Kedubes Jepang di Jakarta?

Lokasi kedubes Jepang di Jakarta, tepatnya ada disini:

Kantornya persis ada di samping Plaza Indonesia. Kalau kamu naik angkutan umum, misal seperti saya dari arah Depok ada 2 rute:

  • Naik KRL Tanah Abang turun Stasiun Sudirman, kemudian jalan atau naik ojek turun depan Grand Hyatt (karena motor ga bisa lewat depan kantor Kedubes Jepang. Selanjutnya, dari Grand Hyatt jalan menyusuri trotoar arah ke Plaza Indonesia.
  • Naik krl turun cikini, naik ojek sama juga turun depan Grand Hyatt.

Berapakah Biaya Visa Jepang dan Kapan Kamu Harus Melakukan Pembayaran?

Biaya Visa Jepang

Biaya aplikasi visa Jepang tersebut juga bisa dilihat disini. Pembayaran aplikasi visa dilakukan saat hari pengambilan visa.

Penting!

  • Pastikan kamu bawa uang cash karena di kantor Kedubes Jepang tidak melayani pembayaran non tunai. Selain itu, kamu ga bisa keluar masuk dengan mudah saat sudah berada di dalam office. Apalagi kalo sudah mepet seperti saya. Kalau waktunya sudah mepet dan kamu mau keluar izin buat ambil uang, kamu harus ijin ke loket terlebih dahulu nanti pihak loket yang berwenang antara mengijinkan atau tidak. Kalau mereka mengijinkan mereka akan telp ke security untuk membukakan pintu dan mengizinkan kamu keluar dan masuk kembali.
  • Bukti tanda terima pengajuan visa harus dibawa, kalo ga, kamu ga bisa ambil visa walau dalam keadaan mendesak sekalipun. Jadi pada saat saya kemarin mengambil visa ada satu orang yang dia ga bawa bukti tanda terima. Padahal malamnya dia harus sudah berangkat ke Jepang. Loket sudah ditutup, petugas sudah bete dan agak marah karena sudah menunggu lama. Sedangkan keluarga si anak tadi yang bawa resi masih ke jebak macet. Saya ga tahu kelanjutannya dia bisa ambil atau ga.

Kalau Lupa Bawa Uang Cash Gimana? Ada ATM Ga Disitu?

Di Kedubes Jepang tidak ada fasilitas ATM centre, jadi memang saat kamu masuk pastikan uang kamu sudah ready. Kalau perlu ATM kamu bisa ke Plaza Indonesia yang lokasinya tepat disamping kantor kedubes Jepang. Untuk ATM BNI ada di lantai 4, begitu naik lift langsung belok kanan, pas deh itu ATM.

Kalau Lupa Ada Berkas yang Belum Difotokopi Gimana?

Lagi-lagi di Kedubes Jepang ga ada fasilitas fotokopi. Kemarin teman saya juga begitu, dia belum fotokopi KTP, sama satpam diarahkan ke Plaza Indonesia. Disana ada fotokopian, tinggal tanya sama satpam aja supaya diarahkan dimana lokasi tepatnya.

Additional Q&A:

  1. Apakah perlu surat keteragan kerja untuk apply visa Jepang? untuk visa kunjungan wisata biaya sendiri Surat Keterangan kerja tidak diperlukan untuk apply visa Jepang
  2. Kapan waktu yang tepat untuk apply visa Jepang? satu bulan sebelum keberangkatan sudah cukup kok.
  3. Apakah surat referensi bank wajib? Tidak, yang wajib adalah bukti keuangan berupa rekening koran 3 bulan terakhir. Jika kamu menggunakan bank BNI dimana untuk meminta surat referensi bank di kekenakan Rp 150,000,- sebaiknya pikir-pikir dulu. Ga pake surat referensi bank juga ga masalah.
  4. Apakah perlu surat domisili untuk apply visa Jepang? Tidak perlu, KTP sudah cukup.
  5. Apakah pengambilan visa Jepang boleh diwakilkan? Iya boleh, yang penting orang yang mewakilkan membawa bukti tanda terima yang kamu peroleh saat apply visa Jepang.
  6. Berapa lama proses pembuatan visa Jepang? 4 hari kerja (hari libur atau weekend tidak dihitung). Misal kemarin saya apply hari Kamis, hari Selasanya visa Jepang saya sudah jadi dan bisa diambil.
  7. Berapa biaya tambahan pembuatan visa kalau melalui travel agent? Soal harga tentu berbeda-beda tiap Travel Agent. Sebagai gambaran, teman saya ada yg mendapat harga 140-170rb (kalau digabung sama biaya pembuatan visa yg 330rb jadi sekitar 470rb-500rb).

Intinya, kalau persyaratan semua terpenuhi apply visa Jepang gampang kok dan kamu bisa mengurusnya sendiri. Itung-itung nambah-nambah pengalaman 🙂

Nah sekarang saatnya melanjutkan drama saya.

Begitu saya sadar belum ambil uang, akhirnya saya coba korek-korek itu tas saya dan nemu ada 460k. Sedangkan saya juga mengambil visa teman saya, total uang yang saya perlukan 660k. Kurang 200k dong. Saya coba izin ke loket dan tidak diperbolehkan keluar, saya disuruh datang lagi besok. Haduh, males jauhnya dari depok kesini.

Saya coba tanya-tanya sama orang sekitar siapa tahu ada yang bisa dipinjem dulu uangnya. Kebanyakan bilang, uangnya pas, entah itu pas beneran atau mereka takut saya nipu wkwkwkkw (muka saya kriminal kah). Akhirnya saya dan teman saya sepakat, punya saya diambil dulu dan punya dia besok.

Tapi saya masih penasaran, gimana caranya saya bisa ambil dua visa itu. Saya nunggu sampe agak sepi dan ketemu sisa dua orang yang bermasalah, satu krn namanya salah dan satu krn tanda terimanya ketinggalan. Saya tanya mereka juga katanya uangnya udah pas ga ada lagi. Baiklah.

Akhirnya saya memutuskan untuk pulang. Pas di loket satpam tempat menukar KTP dan ID masuk, saya tanya.

‘Pak ada yang bisa dipinjam uang 200rb ga ya?’

dan saya langsung kaget. Bapak satpam itu langsung ngeluarin dompetnya dan nyodorin uang 200rb ke saya. “200rb kan?” tegasnya. Saya hampir ga percaya.

‘Pak seriusan ini? saya boleh pinjam?’

‘Iya ambil saja’

‘wah makasih banget ya pak, saya pinjam dulu ya pak’

Saya langsung ngacir ke dalam dan menemui loket yang mbaknya udah bete krn ngurusin yg ga bawa tanda terima tadi. Begitu keluar, saya langsung ngasih ktp saya buat jaminan dan saya lari ke PI untuk narik uang.

Begitu kembali, si bapak satpam tadi ga ada dan adanya satpam yang lain, nah loh saya lupa ga nanya namanya tadi. Akhirnya dititipkan ke satpam yang jaga disitu. Saya belum bilang makasih untuk terakhir kalinya sebelum saya pulang.

Pelajaran berharga, jangan pernah merendahkan siapa pun karena kita ga akan tahu siapa yang akan membantu kita disaat kita membutuhkan. Bisa jadi orang yang awalnya kita anggap biasa, ternyata punya hati yang luar biasa.

Di drama saya justru satpam inilah yang membantu saya ketika yang lain semuanya bilang uangnya pas ga ada lagi. Oemji, semoga bapak satpam yang meminjami saya uang, rejekinya makin lancar dan mendapat balasan kebaikan dari arah yang tidak terduga. Amin.

Sekian kisah drama saya, mungkin akan ada lagi drama-drama berikutnya, Stay tuned ya XD

*P.S.: Jadi pemain drama emang kadang ga enak, tapi itu yang bikin pengalaman jadi makin seru dan berkesan. Yakin deh, suatu saat bakal ngikik-ngikik sendiri kalo inget moment beginian :p

Baca juga:

Panduan Menggunakan Locker Stasiun Saat Traveling ke Jepang

Tinggal di Hotel Kapsul Jepang, Nyaman Ga Sih?

2 Kejadian Bikin Ngakak Saat Menginap di Hotel Jepang (1)

Mau Ski di Gala Yuzawa, Jepang? 5 Hal yang Wajib Kamu Tahu

Advertisements

39 responses

  1. Wah mba, artikel nya membantu sekali *terutama di point “saldo minimal dan gimana mensiasati nya” xD

    Oh iya mau tanya itu yg di liat saldo terakhir kan ya mba, bukan saldo rata-rata?

    Terimakasihhhh.

    Like

  2. hai mba atul, seru banget ceritanya, bisa share juga dong tentang perjalanannya, seperti pake tour atau nga, tempat2 yang seru,,,,,bisa jadi inspirasi

    Like

  3. Nanya dong mbak…saya dan temen saya berdua mau ke jepang dgn biaya sendiri…karena kami domisili semarang dan bekerja..jd saya mau titipkan ke adik saya yg tinggal di jakarta…kira2 apakah saya dan temen saya bisa diwakilkan adek saya yg di jkt ya ?

    Like

  4. temen saya beberapa juga make travel dy buat ngurus visanya, saya krn mumpung ada waktu jadi ngurus sendiri. Banyak juga kok yg diwakilkan, supaya lebih aman, sambi di kasih surat kuasa kali ya 🙂

    Like

  5. Mb mau tanya . awal bulan nanti sekitar tanggal 6 Jun 2017 saya mau berangkat ke jepang , Tiket Pesawat PP , Hotel , Tiket JR Pass , dan Asuransi tapi visa belum ready dan baru mau ajukan tanggal 23 – mei – 2017 . itu kira” bakal di bantu gak yah?

    Dan saya kan sama tmn saya bareng pergi nya
    Hotel atas nama tmn saya dan
    Pemesanan tiket pesawat jga pakai akun tman saya . itu pas nomor di panggil maju ber2 aja atau tetep 1-1 ya?

    Thanks

    Like

      • Wah baiknya itu segera diurus mas, kalo bisa senin besok langsung ngurus, biar ga terlalu mepet. Waktu pembuatan visa kan 4 hari, semoga aja bisa.
        ga masalah, tinggal di print aja bukti bookingnya, masing-masing berkas ada copy an nya, kalo maju, satu satu mas, tiap orang ambil antrian satu, jadi ga barengan, kecuali kalo group 🙂

        Like

  6. Mbak, klo saya ke jepang untuk honeymoon. pengurusan visanya masing2?
    klo untuk saldo rekening bagaimana bisa bersama ato masing masing?

    Like

    • kalo untuk keluarga bisa diwakilkan mba, kalo kemarin saya berangkat sendiri, jadi kurang tahu juga mba kalo untuk keluarga, harusnya satu saja sih cukup, rekening penjamin, tapi coba telp ke kedutaannya aja mba biar lebih jelas. Selamat honeymoon 🙂

      Like

  7. Pingback: Pengalaman Rental Wifi Wi2fly 11 Hari untuk ke Jepang « Gerbang Inspirasi

  8. hai mba, thanks info2nya diatas sangat membantu. Cuman saya ada pertanyaan mba kalo mba nya berkenan bsa dibantu jawab hehe. jadi saya berencana pergi tahun depan, berempat dengan temen, total 3 wanita dan 1 pria. tiket dan hotel udah ada. nah krna suatu dan lain halnya 2 ini batal. jadilah cuman saya (wanita) dan 1 pria temen saya ini. yg mau saya tanyakan, apa pas apply visa gak masalah ya saya dan teman saya pria ini memasukkan nama hotel yg sama? kami mau bareng apply visa jg. tapi takut ketolak krna lawan jenis, tidak dlm ikatan pernikahan, tapi tinggal dalam hotel dan kamar yang sama. mgkn ada pencerahan dari mbanya? hehe terima kasih.

    Like

    • engga masalah mba, satu hotel kan belum tentu satu kamar, mereka ga ngecek itu dan kekna ga concern kesana karena itu kan privacy, istilah kasarnya, terserah serah lo mau ngapain, mau sama siapa, kecuali kalo rekening kalian jadi satu baru kemungkinan ditanya ini suami istri atau bukan

      Like

  9. Halo mba, membantu banget postingannya. Aku liat tips yg bagian saldo rekening kamu pas ke korea kamu sempet print rekening koran bergantian dengan temen. Aku kebetulan baru mau memindahkan saldo rekening tidak aktif ke rekening aktif (yg dipakai untuk print rekening koran). Dicurigai tidak ya mba kalau ada pindahan saldo dalam jumlah banyak seminggu sebelum print rekening koran? Mohon pencerahannya, aku agak takut ditolak visanya karna ini hehe

    Like

    • engga mba, punya saya waktu itu malah kurang dari seminggu bergantiannya, jadi kita ber 3 pindah pindahin uang direkening dalam waktu seminggu bergantian, kalo dari rekening sendiri malah lebih aman, krn itu kan rekening dengan nama yang sama mba hehehe

      Like

  10. Halo mba, salam kenal. Postingnya membantu sekali terutama bagian saldo rekening koran. Aku ada rencana mau ke korea pertengahan okt nanti, dan minggu depan rencananya mau urus visa. Tapi beberapa hari terakhir sebelum print rek koran aku mindahin saldo dari rekening tidak aktif ke rekening aktif (yg akan digunakan untuk buat visa), kalau ada saldo tambahan dalam jumlah lumayan besar gitu dipermasalahkan ga ya kira2? Soalnya kalau aku liat dari pengalaman kamu kan katanya kamu sempat saling share saldo bareng temen, itu saldonya dikirim injury time bgt sebelum print atau sempat diendapkan berapa bulan direkening. Moho pencerahannya ya, aku agak takut si visaju ditolak karna masalah ini 😦

    Like

  11. mbak.. mw nanya sy ad denger dr teman katanya klw belum pernah melakukan perjalanan ke LN (misalnya ke wilayah asia tenggara), visa jepang nya sulit diloloskan ya?? mksd sy minimal kita itu hrs melakukan perjalanan ke wilayah asia tenggara dlu, bru visa jepang nya gampang utk diloloskan

    Like

  12. hallo kaa..mau tanya donk kalau saya apply 2 bulan sebelumnya bisa ga ya?misal saya pergi bulan maret tgl 6 dan saya mau aplly visa bulan januari tanggal 5. diperbolehkan ga ya?tolong bantu aku yaaa makasih.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: