New Opportunity at Appen: Social Media Evaluator Project 2016

Beberapa minggu lalu saya mendapat kabar dari beberapa teman saya yang menerima email undangan untuk join project baru Appen. Hari ini saya juga mendapat email dari mereka.

Ada dua email yang saya terima, pertama email umum yang berisi ajakan untuk apply dan kedua email ralat dan additional questioner (sepertinya mereka baru menyadari dulu saya pernah apply di Appen).

Saya pernah join project Social Media Evaluator Appen tahun lalu, kerjaannya lebih gampang dibanding Search Engine Evaluator, kerja online saya yang sekarang.

Tapii itu tahun lalu, saya kurang tahu kalo untuk project baru ini. Buat kamu yang tertarik untuk kerja online seperti saya, silakan dicoba!

Berikut saya share email yang bersifat umum yang saya terima, sepertinya siapa pun bisa apply.

Dear Sir or Madam,

Hi and Greetings from Appen!

Note: This is a one-time email and we will only contact you again if you request.

Do you use social media every day to stay connected with friends and family? If so, Appen, recognized as a leader for work from home opportunities, has a new part-time, remote opportunity for you.

We are looking for people who are active on social media to work part-time from home for at least 1-4 hours a day, 5-7 days a week. The role is part of a virtual team to help improve the relevancy of the newsfeed for a leading global social media platform.

Interested? Learn more and apply today by following these easy steps:

  • Go to this link:

http://bit.ly/1YyuCqN

  • Click Apply
  • Complete your application profile and submit
  • Please do not forget to complete the questionnaires included and attach your updated resume.

Once you are done, please notify us and we will check it in our application database.

Want to learn more about Appen? Visit us on the web at www.appen.com. Or, follow us on Facebook at: https://www.facebook.com/AppenInc

To help ensure that all Appen emails are always delivered to your inbox, you must add the ‘@appen.com’ domain to your Contact List, Address Book, or Safe Sender List. We also suggest that you check your Spam/Junk Folder.

Should you have any questions, please let me know.

Thanks,

Venus Repangue

Staffing Specialist

vrepangue@talent.appen.com

*postingan ini hanya bertujuan untuk berbagi informasi peluang kerja online, saya tidak ada afiliasi apa pun dengan Appen. Jika ada pertanyaan silakan tuliskan di kolom komentar berikut, insyallah akan saya jawab sebisanya dan sepengetahuan saya

Good Luck ya!


If you have a question related to my post, please leave a comment through my blog posts. I don’t feel comfortable for being contacted via private message in my social media. I am so sorry but thank you so much for being my valued reader 🙂


 

Wacom Intuos Photo: Unboxing Graphic Tablet Pertamaku

Memang, Rabu sore itu terlihat suram, tapi hati saya justru terang benderang. Impian untuk membeli graphic tablet Wacom akhirnya tercapai, yayy!

Sore itu, langit Depok terlihat gelap. Hujan turun rintik-rintik. Pemandangan di Jalan Margonda dipenuhi kendaraan yang padat merayap. Tak heran, bunyi klakson pun terdengar bersahutan.

Saat saya melangkah keluar dari toko Gramedia Depok, mendadak air hujan menjadi sangat rapat dan deras. Sepertinya langit baru saja menumpahkan air yang sedari tadi tertahan.

Tapi saya ingin

Meskipun pulang kehujanan, namun hati rasanya girang bukan kepalang. Agak lebay sih ya, tapi memang benar, rasanya seperti anak kecil yang baru saja dibelikan mainan.

Serba penasaran dan tidak sabar untuk segera pulang dan mencobanya. Saya baru saja membeli mainan baru, Wacom Intuos Photo.

Mengapa Tertarik dengan Graphic Tablet?


Sebelumnya saya tidak tahu apa itu graphic tablet. Sampai akhirnya sering banget liat video tutorial photoshop, contohnya Aaron di channel Phlearn.

Saat ia menjelaskan teknik editing, ia menggores-goreskan sebuah pena di atas objek berwarna hitam, tipis, seukuran buku, dan berbentuk seperti tablet.

Biasanya kalau edit foto melalui photoshop, saya hanya mengandalkan touchpad, tanpa mouse. Sampai akhirnya saya jadi terbiasa melakukan retouching foto hanya dengan mengandalkan jari.

Pas lihat video tutorial photoshop dengan graphic tablet, saya langsung tertarik. Wah sepertinya seru ya. Kepo pun beraksi.

Setelah explore kesana kemari, akhirnya saya jatuh cinta sama Wacom Intuos Pro Medium. Sayangnya untuk sekedar mencoba dan belajar, budget Wacom Intuos Pro itu terlalu besar.

Saya coba searching harga wacom di beberapa online shop, Intuos Pro ukuran small aja berkisar Rp 4,399,000 sedangkan Intuos Pro ukuran Medium berkisar Rp 6,320,000. Cukup mahal bukan?

Kalau bukan untuk urusan bisnis atau nyari duit, saya belum berani mengeluarkan budget sebesar itu. Akhirnya saya cari alternatif lain dan ketemulah hati saya dengan wacom intuos photo.

Continue reading “Wacom Intuos Photo: Unboxing Graphic Tablet Pertamaku”

Mau 100GB Free Storage di Google Drive? Begini Caranya

100GB Free Storage di Google Drive itu sudah sangat lumayan bagi saya.

Bulan Agustus 2016 lalu, ketika saya akan mengirim hasil photo editing, account Gmail saya selalu muncul peringatan low storage karena kapasitas nyaris penuh. Bayangkan 14,2 GB terpakai dari total 15GB yang dikasih Google. Ibarat tas yang sudah kepenuhan sampai zipper nya susah ditarik.

“Wah harus ngapusin data lagi nih,” batin saya sambil ngebuka file di Google Drive dan memilih-milih file mana yang akan di hapus. Rasanya seperti membongkar ulang isi koper yang sudah tertata rapi tapi harus dikurangi karena ingat kapasitas bagasi.

Memang, saya sering kirim foto melalui email, terutama jika jumlahnya tidak banyak. Kalau jumlahnya banyak biasanya saya share folder lewat Google Drive.

Kedua, sebelum hobi streaming film, dulu saya masih sering download film di Ganool yang terkadang file filmnya langsung tersimpan di Google drive.

Belum lagi, kalau mau sharing data dengan kapasitas besar dan malas ketemuan, ujung-ujungnya, ‘share di Google Drive ya!’ Akibatnya, kapasitas saya sering penuh dan harus sering-sering dihapusin.  Capek.

Continue reading “Mau 100GB Free Storage di Google Drive? Begini Caranya”

Kerja Online, Paket Internet Apa yang Paling Bagus di Wilayah Jabodetabek?

Apakah kamu sedang mencari paket internet unlimited dengan kecepatan ultra-fast yang bisa browsing dan streaming tanpa bapering? Apakah kamu sedang mencari paket internet murah yang tidak membuat dompet kamu seakan-akan bocor?

Memang, tidak ada hal yang menggembirakan dari internet selain kecepatan, sinyal kuat, harga paketnya murah dan pelayanan memuaskan. Saya pun berpikiran demikian dan saya paling tidak suka dengan koneksi internet yang lelet (Bisa naik darah kalo ngadepin koneksi internet yang macam begini).

Memutuskan menggunakan provider internet itu, ibarat memilih baju, cocok-cocokan. Saat membeli baju, pertama harus sesuai selera, selanjutnya baru berani mencoba, jika ternyata cocok, maka jadilah dibeli. Setelah dibeli, dicoba dipakai, dan ternyata nyaman, jadilah itu baju sebagai baju andalan.

Ketika membeli baju, tentunya kamu ga mau dong, begitu kelihatan menarik, langsung comot, bayar ke kasir dan selesai. Setelah nyampe rumah, yaah ternyata kekecilan atau yaah ternyata kebesaran. Pada akhirnya apa? tidak jadi dipakai sama sekali dan tertimbun diantara pakaian-pakaian dalam lemari.

Begitu juga saat memilih internet, kamu juga tidak mau kan hanya asal termakan iklan atau mbak-mbak sales yang punya jurus seribu cara sampai akhirnya kamu jadi beli?

Nah kali ini saya akan review pengalaman saya menggunakan Modem Wifi Bolt 4g dan paket internet Bolt yang selama ini saya gunakan untuk kerja online di kosan, browsing-browsing, youtube-an, streaming film di Putlocker, nonton film animasi di Kisscartoon, download ebook, dan internet harian untuk hape saya. Siapa tahu, kamu juga cocok dengan paket internet ini.

Continue reading “Kerja Online, Paket Internet Apa yang Paling Bagus di Wilayah Jabodetabek?”

5 Hal yang Wajib Kamu Perhatikan Saat Tinggal Jauh dari Keluarga

Akhir-akhir ini banyak kasus pembunuhan dan bunuh diri di kalangan remaja maupun mahasiswa. Tempat kejadian perkaranya pun di kosan yang bersangkutan. Di sekitar kampus UI sudah beberapa kali ditemukan kasus serupa.

Kamis, 29 Maret 2015, Akseyna Ahad Dori, Mahasiswa Fakultas Matematika dan IPA (FMIPA) UI ditemukan tewas mengambang di danau Kenanga UI dekat Balairung. Motif tewasnya mahasiswa tersebut masih terus di dalami. Beredar kabar, mahasiswa tersebut bunuh diri, beredar juga mahasiswa tersebut dibunuh.

Pada Ahad, 28 Juni 2015, Dwi Purnama Putri alias Beki, Mahasiswi Fakultas Hukum UI ditemukan meninggal di kamar kosan karena sakit. Baru ketahuan, setelah temannya datang ke kamar kosannya karena penasaran pesan singkatnya tidak kunjung dibalas.

Dan baru-baru ini, pada Selasa Siang, 31 Mei 2016, Vinsensius Billy, ditemukan tewas di kamar kosnya karena gantung diri.

Semua kejadian diatas pasti akan membuatmu merinding ngeri. Namun disisi lain, juga ada rasa iba. Jika saja mahasiswa yang sakit punya teman dekat satu kosan yang bisa merawat saat ia sakit. Jika saja mahasiswa yang punya masalah, stress dan depresi punya tempat dan bersedia untuk berbagi, mungkin kejadian bunuh diri bisa dicegah.

Begitulah, risiko tinggal jauh dari orang tua dan keluarga. Semua kegiatan, kebutuhan dan masalah harus siap dihadapi sendiri. Sendiri disini bukan berarti kamu harus benar-benar menyelesaikan masalah kamu sendirian.

Continue reading “5 Hal yang Wajib Kamu Perhatikan Saat Tinggal Jauh dari Keluarga”

Pavel Durov, CEO Telegram & Mark Zuckerber Versi Rusia

Karena kesuksesannya bergelut di dunia sosial media, Pavel Durov sering disebut sebagai Mark Zuckberberg versi Rusia. Dibalik kesuksesannya itu, ternyata ia juga pernah dipaksa untuk keluar dari perusahaan yang ia bangun. Sekarang, ia mengembangkan aplikasi baru, Telegram Messenger yang memiliki sekitar 100 juta  pengguna. Durov juga terkenal akan lifestyle-nya yang unik: ia hanya mengenakan pakaian serba hitam, dan ia melakukan perjalan secara terus-menerus di seluruh dunia. Terkadang, ia bersama karyawannya membuang uang begitu saja dalam jumlah  yang fantastis dari jendela kantornya.

Continue reading “Pavel Durov, CEO Telegram & Mark Zuckerber Versi Rusia”

Pancake Parlour Margo City

Salah satu tempat pilihan yang gw suka di Margo City, Depok adalah Pancake Parlour. Gw suka tempat ini karena pertama, lumayan sepi (ga sepi banget dan ga rame banget) jadi enak buat ngobrol dengan tenang dan tidak diburu-buru antrian, bahkan beberapa kali gw sempet les Bahasa Inggris disini sama teacher gw. Kedua, banyak menu dessert dan harganya affordableKetiga, gw bisa duduk berlama-lama disini.

Lokasi Pancake Parlour di Margo City ada di belakang Donat J.Co atau sampingnya Imperial Cakery. Gw biasanya kesini setelah makan main course di tempat lain (yang menjual lebih banyak main menu) baru setelah itu nongkrong agak lamanya pindah ke Pancake Parlour. Awalnya, Pancake Parlour ada di samping Starbucks Margo City, tapi kemudian tempat itu berganti menjadi Shirokuma Cafe dan Pancake Parlour Pindah ke belakang. Well, ga tahu kenapa, mungkin persaingan harga.

Beberapa menu yang pernah gw coba di Pancake Parlour:

  1. Maple Syrup Pancake 

Pancake ini disajikan dengan es krim vanila, buah-buahan seperti melon, semangka, kiwi, strawberry, maple syrup sebagai topping serta taburan bubuk kayu manis di atasnya. Awalnya gw agak ragu nih pas pesanan dateng dan mencium ada bau kayu manis. Pasalnya, gw biasanya make kayu manis buat masak oatmeal doang dan belum pernah nyobain di makanan lain, eh tapi pas dicoba, nyessss! Enaaaaaak. Ini menu pancake ga bikin enek, dan kombinasinya enak banget menurut gw, pas makan dicampur antara pancake, es krim, maple syrup terus diselingi buah-buahan di sekelilingnya. Biasanya gw ama temen gw selalu ga abis dan ogah-ogahan kalo makan dessert abis main course menu tapi ini langsung disikat habis, padahal kita udah kenyang hahaha. Es krim vanillanya bikin pas nelen pancakenya adem dan ga seret. Bubuk kayu manisnya bikin rasanya lebih special. 🙂

pancake 3

Foto @aniatulhidayah 

Continue reading “Pancake Parlour Margo City”

Mungkinkah Bisa Kuliah Gratis?

Hai teman teman blogger, para pejuang pendidikan sekalian. Ada ga diantara teman teman yang saat ini sedang galau? Galau? Eits bukan galau soal cinta atau yang lainnya ya. Tapi galau karena sebentar lagi kalian lulus SMA dan bingung mau ngapain selanjutnya. Mau kuliah ga ada biaya, mau kerja juga ga punya keahlian, masih pas pasan.

Mau kuliah pengen sih, tapi emang ada kuliah dengan biaya 0? Zaman sekarang mana ada kuliah gratis pasti banyak embel embelnya bayar inilah itulah, ujung-ujungnya duit. Gak mungkin deh kuliah gratis. Kalo orang ga punya ga usah mimpi kuliah. Mending kerja cari duit.

Itulah kata kata yang sering saya dengar dulu sewaktu lulus SMA. Hampir semua orang bilang demikian termasuk orang tua. Waktu itu, Orang tua saya tidak pernah memperbolehkan saya kuliah. Bahkan melarangnya. Saya disuruh langsung bekerja, merantau ke Jakarta bekerja di pabrik lah, jadi pembantu lah, baby siter lah dan sebagainya. Intinya kerja dan cari duit.

 

Continue reading “Mungkinkah Bisa Kuliah Gratis?”

Everything Happen for A Reason

I believe that everything happens for a reason. Yes, absolutely. When i meet someone, i become a friend with someone, i know that every single of them will make a contribution in my life. Whether i can share my experience with or i learn something new from them. I meet her, i meet him, or i meet them i am sure i can learn something for every moment we make

 

 

Kuliah: Niat Tanpa Keraguan

Saya sering menangis saat mengutarakan niat dan keinginan saya untuk melanjutkan kuliah. Orang tua saya menentangnya, boro-boro untuk biaya kuliah, untuk makan esok hari saja susah. Mereka lebih menyarankan saya untuk bekerja sebagai pembantu rumah tangga atau sebagai buruh di pabrik sehabis lulus SMA. Rasanya sedih, sedih sekali, saya tidak ingin mengikuti peta yang sama. Saya ingin mencari jalan lain yang bisa mengangkat kehidupan keluarga saya kelak. Niat saya bulat, saya harus kuliah tahun depan.

Continue reading “Kuliah: Niat Tanpa Keraguan”