Advertisements

Pengalaman Halal Restaurant Jepang Part 1: Gyumon Yakiniku Shibuya

Spring is coming! Pasti udah banyak yang berencana mau ke Jepang Spring ini buat ngeliat sakura. Jadi keinget, tanggal 20 Maret tahun lalu saya baru nyampe Tokyo, hari pertama dari total 11 hari traveling ke Jepang. Aahh jadi kangen! Rasanya pengen kesana lagi ­čśş

Well karena belum bisa kesana lagi, sekarang saatnya me-recall semua memori yang ada di Jepang. Saya akan sharing pengalaman makan di Gyumon Halal Yakiniku Restaurant di Shibuya. Mungkin diantara kamu ada yang penasaran sama restaurant ini, yuk waktunya kepo!

Gyumon-halal-restaurant-shibuya-japan

Gyumon, Halal Yakiniku Restaurant Shibuya, Jepang


Nama Restoran: Gyuumon atau sering disebut Gyumon

Kategori Makanan: Japanese BBQ; Grill

No Telp: 050-5570-3139 (+81-50-5570-3139) (Hanya untuk reservasi)

Budget:┬á´┐ą3,000´Ż×´┐ą3,999 (Sekitar 400-500rb per orang)

  • All you can drink
  • course:´┐ą3000-4000

Menu di Gyumon Halal Restoran Shibuya, Jepang

Continue reading

Advertisements

Kuliner Telkom University: Ayam Gepuk Nuklir, Pedasnyaaaa So Extra!

“Neng abis!”

Belum juga kami nanya soal Ayam Gepuk Nuklir, si akang penjual udah ngasih jawaban.

“Oh abis, yaudah makasih kang”. “Coba kita liat yang di sebelah sana,” ujar adek saya menyarankan.┬áKarena warung Ayam Gepuk Nuklir ini ada dua, kita pun bergeser ke warung satunya.

Baru juga parkir motor.

“Yaah neng abis!”

“Haa abis semua kang?”

“Ayam sama tempenya masih, tapi nasinya abis!”

“Oh yaudah gpp kang, beli ayamnya satu, yang sayap ya sama tempenya 4”

“Siap neng!”

Si akang penjual mengambil ayam yang sudah digoreng dan menaruhnya di atas cobek lebar yang penuh sambal, merah merona, cabe rawit pula, uwoow

“Mau level berapa neng?”

“2 aja kang” jawab adek saya

Ayam Gepuk Nuklir

Ayam + Tempe Gepuk Nuklir

Sambil menunggu si akang menggepuk dan memenyet-menyet ayam dan tempe mendoannya dengan sambal, saya memperhatikan suasana warung kaki lima ini.

Warung kaki lima tempat berjualan si ayam gepuk nuklir ini bukanlah warung permanen, melainkan beneran gerobak dan tenda, bukan tenda biru tapi ya :p

Gerobak ada di bagian depan, di sebelah kiri ada persediaan cabe rawit merah yang sudah dibersihkan dan siap di ulek kapan pun. Di bagian tengah ada cobek besar dan setengahnya penuh dengan sambal. Sebelah kanan ada tempat untuk meniriskan ayam dan tempe yang telah digoreng, siap di lumuri sambal.

Penjualnya ada dua, si akang yang waktu itu bertugas melayani pembeli dan si teteh yang bertugas menggoreng ayam dan tempe (atau mungkin mereka gantian).

Rambut si akang ala ala Charly Van Houten (vokalisnya ST 12 & Setia Band) agak panjang sampe atas bahu. Masa sih? Hahahaha ga percaya? Liat aja sendiri! :p

Continue reading

Kuliner Sate Kardjan Bandung, Enak Ga Sih?

sate kardjan

“Kita sekalian check out kan?”

“Iya tapi ke Sate Kardjan nya jalan kaki aja ya, mobilnya tinggal sini, jalannya muter kalo bawa mobil”

“Okey!”

Setelah proses check out selesai, saya dan teman saya, bertiga, langsung keluar hotel Citradream Bandung. Cuaca waktu itu mendung dan kekna udah mau ujan. Jalan Pasirkaliki terlihat ramai dan lumayan padat. Banyak motor dan mobil berseliweran.

Kita pun bergerak ke arah kiri, melewati toko Kinari Djaja, dan di pertigaan, kita menyeberangi Jalan Kebon Kawung.

Screen Shot 2017-11-01 at 3.40.56 PM

Setelah melewati jembatan, kita belok ke kiri menuju Waroeng Sate Kardjan. Kalau kamu kesini, suasana restorannya terlihat adem dan sejuk karena ada sekitar 4-5 pohon cukup besar dan rindang di halaman restoran.

Waktu kita kesana, kondisi restoran masih sepi. Sepertinya mereka baru buka. Bahkan kita mungkin pelanggan pertama mereka *langsung ngarep diskon hahaha yakali.

Dapur restoran ada di bagian depan. Di depannya ada sekitar 3-4 meja di bawah tenda-tenda yang bisa kamu pilih sebagai tempat makan. Sedangkan sisanya ada di area halaman. Konsep restorannya terbuka, tetap beratap, tapi bukan di dalam ruangan.

Karena perut udah dangdutan, kita pun langsung memesan makanan.

“Duh laper”

Continue reading

Cuanki Serayu Bandung: Pertama Kalinya Beli Cuanki Pake Antri

IMG_9363

“Teh udah abis teh, barusan”

Yaaahh… belum juga motor kami berhenti, udah disambut dengan kalimat yang bikin saya shock.

Bagaimana bisa? Ini baru jam 5 sore lho.

Sore itu, si adek mengajak saya kulineran Cuanki Serayu yang berlokasi di Jalan Serayu Bandung. Pertama kalinya dateng eh langsung ga kebagian.

Memang adek saya udah wanti-wanti, kalo berangkat jam segini biasanya ga kebagian. Tapi saya bilang, yaudah coba aja dulu, eh beneran ga dapet hiks . . .

“Kang masih ada ga?”

Saya pun menoleh ke belakang. Bahkan ada beberapa mobil dibelakang kami yang juga harap harap cemas menanti si cuanki, tapi ternyata baru saja ludes.

Oke lah akhirnya kami pun bergeser nyari tempat makan lain. Batin saya, “okeh, udah kadung penasaran cuanki aja ampe rebutan, besok harus kesini lagi dan dateng lebih awal.” (Ngebatinnya semangat banget, kaya semangat mau lomba makan kerupuk pas Agustusan)

 

Continue reading

Halal Food Harajuku, Kisah Crepes yang Berakhir Kebab

Traveling ke Jepang tak akan terlepas dari pikiran mencari makanan halal dimanapun kamu berada. Yakin deh!

Apalagi pas┬áudaranya lagi dingin, beuh… bawaannya pengen makan mulu atau paling ga, ngemil. *Langsung ngebayangin, ngeliat makanan anget dengan asap kebul-kebul.

Kalau kamu ke Jepang dan main ke Harajuku, udah pasti kamu bakal ngalamin ini, menahan serangan maut street food di Takeshita Dori. Hati-hati, karena bau enaknya sungguh keterlaluan!

IMG_4884

Continue reading