Advertisements

6 Sisi Gelap Rater yang Belum Kamu Ketahui

girl-1857703_1920

“Mba Kalo ada task kasih tahu ya, udah jam 12 malem soalnya?” tiba-tiba ada pop up chat di FB saya

“Lho ga dapet task mba? ini ada task dari tadi jam 11.58, ada 3 di index”

“Waduh Saya ga dapet”

“Coba di refresh Mba”

“Duh, kena bot nih kekna”

Malam ini adalah malam keramat bagi kita para rater Search Engine Evaluator.

Kita tidak mengenal malam keramat di hari Jumat, melainkan di hari Senin malam.

“Haa? Ada malam keramat? gimana itu maksudnya? query hantu?”

Query hantu mah bukan keramat lagi, tapi emang udah jadi makanan sehari-hari wkwkwkwk

Tapi ini beda…

Ok, nanti akan saya bahas satu persatu, sekalian saya mau ngasih tahu 5 sisi gelap rater yang mungkin belum kamu ketahui. Jadi kalo nanti kamu apply dan diterima sebagai rater, kamu harus siap dengan konsekuensi seperti ini.

Continue reading

Advertisements

New! APPEN Online Content Evaluator – Work from Home, Flexible Hours Daily

More information about this job

Overview

Appen, the #1 Employer on Flexjobs’s Top 100 Employers for Flexible work, is hiring for work from home roles with either 1 or 4 hours daily.  We offer competitive pay, free training and the ability to set your own work schedule.

Our clients are the top technology companies in the world.  We are a global technology and language consulting firm, operating in 130 countries.  We staff projects of 1000s of people to give input that our clients rely on to make the internet experience better for all users.

Don’t miss this opportunity to be part of a rapidly growing global team for the world’s top Internet search engine companies!

As an Online Content / Social Media/ Web Search Evaluator, you will evaluate the quality and relevance of information in your assigned area which may be newsfeed, ads, online or web search results.  You will log in to the site via our tool where you will give input on whether each piece of information is the most effective and relevant content.

Before you receive your first assignment you will complete a qualification process that may span several days. Once accepted on a project, you must meet consistent service levels that measure the quality of your work.

Continue reading

Penasaran dengan Saya? Atau Kerja Online Saya? Please Ask Me Any Question!

Malam ini adalah malam Senin waktu Indonesia bagian Depok

Di US (PST Time), masih menunjukan hari Minggu pagi. Itulah kenapa, hari ini saya ga ada task dari Leapforce. Maklum disana masih weekend.

Akhir-akhir ini saya sedang menikmati bersenda gurau dengan blog saya *padahal blognya ga bisa diajak ketawa hehehe

Mungkin kalau kamu nyadar, akhir-akhir ini saya sering bikin postingan baru.

Hmm.. kali ini saya tertarik membuat postingan FAQ tentang pengalaman saya kerja online.

Buat kamu yang penasaran, silakan tanyakan apa saja yang penting berhubungan dengan saya atau pengalaman saya kerja online.

Mungkin ada yang penasaran dengan background saya, atau bagaimana saya kerja de el el.

Pertanyaan terpilih akan saya masukan di postingan dan akan saya jawab.

Tenang!

Pertanyaan dalam bentuk FAQ jadi nama kalian ga bakalan di sebut 🙂

Untuk mengajukan pertanyaan, silakan tulis di kolom komentar. Pertanyaan akan saya tutup pada tanggal 20 Mei 2017 Pukul 00.00 WIB

So, jangan sampe kelewatan! Ditunggu pertanyannya ya!

New Opportunity 2017: SOCIAL MEDIA EVALUATOR AT APPEN

Lowongan Social Media Evaluator ini, sebenernya udah saya denger dari kemarin-kemarin, cuma saya baru sempet nulis lagi.

Kalau dicek dari webnya, mereka baru posting sekitar tanggal 7 Mei 2017.

Buat kamu yang tertarik kerja online atau kamu yang lagi nyari penghasilan tambahan, berikut saya share lowongan Social Media Evaluator Appen, silakan jika mau apply.

JOB DESCRIPTION

Is social media part of your daily life?  Do you regularly communicate with your friends and family via social media? Do you get your news on social media?  Be part of a rapidly growing global network of independent contractors working from home as a Social Media Evaluator!  As a Social Media Evaluator with Appen, you will be rewarded for your ability to improve the relevancy of the newsfeed for a leading global social media platform.  We offer competitive pay, project prep sessions, and the ability to work from home.

Social Media Evaluators will need to commit to work 4 flexible hours a day, 5 days per week.  At least one must be a weekend day. Once accepted for a project, you must meet consistent quality standards. Superior performance will make you eligible for additional projects.

Continue reading

New Opportunity 2017: Zerochaos Ads Quality Rater – Indonesian

Ada lowongan baru buat kamu-kamu yang tertarik kerja online. Kali ini lowongan datang dari Zerochaos.

 

Indonesian – Work From Home Ads Quality Rater – Part Time

ZeroChaos_logo_horizontal-01 (1)

Job Description

Ads Quality Rater – Indonesian (Bahasa)

Are you fluent in Indonesian and familiar with Indonesia’s culture?

ZeroChaos, Inc. is currently recruiting for part-time Ads Quality Raters with fluency in Indonesian and knowledge of Indonesia’s culture. We are looking for internet users to work from home and help improve the accuracy & relevancy of the ads that are placed with search results and websites.

Continue reading

New Opportunity at Appen: Social Media Evaluator Project 2016

Beberapa minggu lalu saya mendapat kabar dari beberapa teman saya yang menerima email undangan untuk join project baru Appen. Hari ini saya juga mendapat email dari mereka.

Ada dua email yang saya terima, pertama email umum yang berisi ajakan untuk apply dan kedua email ralat dan additional questioner (sepertinya mereka baru menyadari dulu saya pernah apply di Appen).

Saya pernah join project Social Media Evaluator Appen tahun lalu, kerjaannya lebih gampang dibanding Search Engine Evaluator, kerja online saya yang sekarang.

Tapii itu tahun lalu, saya kurang tahu kalo untuk project baru ini. Buat kamu yang tertarik untuk kerja online seperti saya, silakan dicoba!

Berikut saya share email yang bersifat umum yang saya terima, sepertinya siapa pun bisa apply. Continue reading

Hal yang Paling Saya Sesali dari Kerja Online

Rubbing temples

Image of a frustrated or tired young brunette rubbing temples

Meskipun kerja online itu sangat menyenangkan, ada satu hal yang paling membuat saya menyesal dari kerja online. Bahkan masih saya sesali sampai sekarang!

Fresh Apple!


3 tahun yang lalu, tepatnya saat saya masih fresh. Ibarat buah, saya baru saja selesai dipanen. Seorang fresh graduate yang belum genap satu tahun pasca lulus kuliah.

Saking freshnya, saya terlalu polos untuk berani mencoba hal-hal baru, kerja online. Impian saya waktu itu adalah mendapatkan pekerjaan ideal, kerja kantoran. Berangkat pagi, pakai blazer, sepatu high heel, dan duduk manis di depan komputer. Kelihatannya keren gimana gitu.

Ternyata setelah saya coba, kerja kantoran tidak sekeren yang ada di pikiran saya. Pagi hari, tidak ada santainya sama sekali. Badan pegel pun, pura-pura bugar, ya  mau ga mau harus cepet-cepet mandi, siap-siap, sarapan dan mengejar absen.

Belum lagi mikirin baju kantor, yang ternyata ga seelegan yang saya bayangkan. Mungkin karena saya serba pas-pasan, mau dipakein baju kek apa juga bakal mentok, gitu-gitu aja. Apalagi make sepatu high heel, ini sepatu bukannya bikin kaki enak malah bikin bengkak. Udah deh bye, buang jauh-jauh!

Sampai suatu hari, saya merasakan kerja kantoran tidak lagi ideal buat saya, ketika kebutuhan terus meningkat dan saya perlu tambahan pendapatan.

Saya berharap memiliki pekerjaan yang lebih fleksibel. Bisa mengerjakan beberapa project sekaligus, kerja kantoran tetep jalan tapi tabungan juga bertambah. Saya pun lari ke internet!

Continue reading

Curhatan Search Engine Evaluator: Kejutan Horror Query!

Waktu sudah menunjukkan pukul 12 malam waktu Indonesia wilayah Depok. Kosan sudah mulai sepi. Sepertinya, anak-anak kosan juga sudah pada tidur. Apalagi ini bulan puasa, harus tidur cepet supaya bisa bangun buat sahur.

Tapi beda dengan saya, jam segitu saya masih melek. Melek serius malah, pasalnya saya masih mantengin task dari Leapforce yang lagi banyak-banyaknya. Sayang dong kalo ga dikerjain. Dalam dunia rater search engine, waktu saat task lagi ada itu sangat berharga, karena sistemnya first-come, first-served.

Sebenarnya, saya sudah mulai mengerjakan dari jam 10 malam. Biasanya saya berhenti pukul 12 malam, lanjut tidur, kemudian bangun jam 3 atau 4 pagi. Tapi karena lagi tanggung yaudah saya terusin sampai task itu selesai.

Kalau inget kejadian itu, rasanya saya pengen cepet-cepet nutup laptop dan buru-buru nutupin muka saya pake bantal. Maaf ya, maklum saya orangnya parno-an kalau ngomongin hal yang berbau mistis. (Tengok kanan kiri)

Saat itu, saya sedang asyik-asyiknya ngerating, mengingat pekerjaan saya sebagai seorang rater. Setelah klik submit, maka muncul task baru.

Mungkin karena saat itu saya juga sudah mulai mengantuk, jadi agak buram-buram gimana gitu, ga gitu jelas query atau keyword nya apa. Begitu langsung scroll…

Deggggg…..!

Continue reading

Mengapa Banyak yang Gagal Ujian Kualifikasi Leapforce?

binoculars-1209011_640

Beberapa hari terakhir, saya menanyakan satu persatu teman-teman saya yang telah mendaftar Leapforce. Bagaimana dengan progress mereka, bagaimana dengan hasil ujiannya, apakah ada kabar bahagia?

Ternyata hampir semuanya menjawab dengan kompak, belum. Ya saya yakin, belum bukan berarti tidak akan ada kabar bahagia, hanya saja kabar bahagia itu sedang ditunda sampai tiba waktu yang tepat.

Saya pun tidak berhenti sampai disitu. Saya kemudian menanyakan, apa yang kira-kira membuat mereka gagal ujian. Hal ini saya lakukan untuk menarik asumsi, apa yang kurang dari strategi mereka tersebut.

Perlu diketahui, saya menulis pengalaman saya bekerja di Leapforce bukan karena promosi, affiliate marketing atau semacamnya. Tapi saya ingin mengajak siapa pun untuk memanfaatkan waktu luangnya dengan bekerja online. Lumayan lho bisa untuk jajan, bahkan kalo rajin mungkin bisa beli berlian, agak lebay sih.

Setelah tanya kesana kemari, sepertinya asumsi terkuat saya terkait penyebab terbesar mengapa banyak pendaftar yang gagal ujian Leapforce adalah ‘kurang kepo.’

Ini kan mau kerja bukan mau gosip kenapa harus kepo?

Tidak selamanya kepo itu diartikan negatif. Saat bekerja sebagai Search Engine Evaluator, kamu justru dituntut untuk memiliki insting kepo tingkat tinggi. Insting kepo inilah yang akan membuat kamu lebih memahami cara kerja Leapforce.

Mengapa saya menyebutnya kurang kepo? Karena biasanya, banyak pendaftar yang kurang mengeksplorasi sedetail-detailnya tentang Leapforce dan ujian kualifikasinya pada saat mengikuti ujian.

Selain mengetahui 6 hal yang wajib kamu ketahui sebelum mendaftar Leapforce dan strategi memanfaatkan alokasi waktu ujian, kamu juga perlu mengeksplorasi hal-hal berikut:

Continue reading

Strategi Memanfaatkan Alokasi Waktu Ujian Leapforce Secara Efektif dan Efisien

time-371226_1920

A: Tul bisa reschedule ga sih?

B: Bisa kok, ada di poin ke empat email notifikasi kalo mau reschedule.

A: Iya, soalnya gw ga bisa tanggal segitu, tapi gw penasaran banget, pengen cepet cepet tahu gw lolos apa ga.

Ada dua hal yang perlu dihindari saat mengikuti ujian Leapforce:

1). Buru-buru

Seperti yang saya jelaskan di postingan 6 Hal yang Wajib Kamu Ketahui Sebelum Mendaftar Leapforce! bahwa alokasi waktu ujian yang diberikan adalah sekitar 7 hari. Jika kamu terlalu terburu-buru karena penasaran lulus atau tidaknya, kamu bisa saja ujian di hari pertama atau kedua, dan jangan kaget ketika kamu melihat hasilnya bahwa kamu tidak lulus ujian kualifikasi.

2). Terlalu santai

Karena melihat guideline yang isinya 146 halaman, berbahasa Inggris dan materinya baru semua, kamu akan merasa hopeless dan perlu berjuang lebih lama. Kayaknya, mau baca-baca dulu deh, ujiannya nanti aja pas deadline. Nah lho, ujiannya ada tiga tahap, kalo kamu mengerjakan semua ujian itu dalam satu hari, bukan cuma stress tapi kamu juga akan mabok.

Terus, baiknya gimana?

Continue reading