Nyobain Nasi Mandi Di Restoran Timur Tengah Al Jazeerah, Cikini, Jakarta

Tulisan ini berisi pengalaman saya menikmati makanan Arab/Timur Tengah, Nasi Mandi Kambing (Nasi Mandi Lamb) di Restaurant Timur Tengah Al-Jazeerah Restaurant & Cafe yang berlokasi di Jl. Raden Saleh Raya No.58, RT.1/RW.2, Cikini, Kec. Menteng, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta.

Sebelum saya bercerita tentang pengalaman saya makan di restaurant ini, mari kita ketahui terlebih dahulu apa itu Nasi Mandi.


Apa Itu Nasi Mandi?


Menurut Wikipedia, Nasi mandi (Arab: مندي, mandī) adalah hidangan tradisional yang berasal dari selatan Jazirah Arab, kemudian menyebar ke Indonesia dibawa oleh orang Hadhrami.

Nasi Mandi terdiri dari daging dan nasi dengan campuran khusus rempah-rempah yang telah dimasak di lubang bawah tanah.

Masakan ini sangat populer dan umum di sebagian besar wilayah Jazirah Arab dan dianggap sebagai hidangan pokok bagi banyak daerah, termasuk Mesir, Levant, Turki, dan Indonesia.

Kata “mandi” berasal dari kata bahasa Arab “nada“, yang berarti “embun”, dan mencerminkan tekstur lembab ‘berembun’ dari daging.

Teknik mengolah nasi Mandi meliputi: daging direbus dengan bumbu utuh sampai lunak, dan kaldu yang dibumbui lalu digunakan untuk memasak nasi basmati di bagian bawah tandoor. Kemudian dagingnya digantung di dalam tandoor di atas nasi dan tanpa menyentuh arang. Setelah itu, tandoor ditutup dengan tanah liat hingga 8 jam.

Advertisements

Kalau kamu follow Instagram nya Chef Czn Burak, mungkin kamu bisa membayangkan bagaimana mereka memasak masakan arab dan Timur Tengah secara traditional, namun semakin kesini, bisa saja, restaurant mengubah tekniknya menjadi lebih simple. Bayangkan saja kalo tiap masak harus seribet video di bawah ini hahahaha


Lokasi Restaurant Al Jazeerah, Jakarta


Restaurant Timur Tengah Al Jazeerah memiliki dua cabang di Jakarta yang tertera di official websitenya yaitu

1). Al Jazeerah Restaurant & Cafe. Jl. Raden Saleh Raya No.58, RT.1/RW.2, Cikini, Kec. Menteng, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta.

2). Al Jazeerah Restaurant & Function Hall. Jl Cipinang Cempedak I No 29, Polonia, Jatinegara, Jakarta Timur 13430


Pengalaman Makan di Al Jazeerah Cikini


Tanggal Visit: Sabtu Malam, 23 November 2019
Berapa Orang: 3 Orang
Menu yang di pesan: 1 Teapot Marocco Tea untuk bertiga, 1 Lamb Meat Soup, 1 Omelete Egg, 1 Porsi untuk berdua Nasi Mandi Lamb (banyaknya porsi bisa disesuaikan dengan jumlah orang), 2 Ice Lemon Tea.
Total harga: Rp. 363,700,-

Acara makan di Al Jazeerah ini dalam rangka ketemuan dengan temen kosan lama yang sekarang tinggalnya udah pada berpencar. Kita pun janjian untuk meetup di restoran Timur Tengah ini.

Saya dari Depok naik KRL sampai Stasiun Cikini, karena lokasinya ga begitu jauh dan di area Stasiun Cikini banyak jajanan pinggir jalan, saya pun memutuskan untuk jalan sambil menikmati suasana.

By the way, jajanan di pinggir jalan Stasiun Cikini ga seramai dulu, apalagi setelah diadakan penertiban dan beberapa pohon di sepanjang jalan udah pada ditebang.

Jadi keinget, dulu saya pernah kulineran di Stasiun Cikini, makan martabak di pertigaan itu (foto ke-3), terus jalan ke arah depan stasiun dan makan es duren 😋

—-

Kurang lebih 15 menit jalan kaki, akhirnya saya sampai di Restaurant Al Jazeerah. Sepertinya restaurant-nya hanya memiliki satu lantai di area ini. Di dalamnya ada area smoking dan non smoking.

Advertisements

Begitu masuk ke restoran, langsung disambut dan ditanyakan akan memilih ruangan smoking atau non-smoking.

Dekorasi ruangan di dalamnya bernuansa Timur Tengah dengan warna merah maroon, coklat-orange dan kuning keemasan. Pelayannya kebanyakan cowok.

Oh di setiap meja juga ada bunga mawarnya ternyata. Ditengah ruangan terdapat tv besar yang bisa ditonton sambil menikmati hidangan yang telah disajikan.

Di restoran ini banyak orang arab yang sedang berbincang-bincang, jadi berasa lagi di middle east hahaha.

Foto-foto diatas merupakan gambaran suasana di dalam Restaurant Al Jazeerah Cikini area non-smoking. Foto tersebut diambil sekitar jam 7 malam, masih agak sepi, sekitar jam 8-an baru mulai ramai.

Ice Lemon Tea. Sambil menunggu temen-temen datang, saya memesan Ice Lemon Tea, minuman ini adalah minuman favorite saya. Apalagi ketika makan-makanan berlemak, saya lebih suka memilih minuman yang memiliki rasa segar dan asam seperti Ice Lemon Tea ini.

Ok, mari kita bahas satu persatu menu yang saya pesan:

Laham Soup (Special Arabic Meat Soup), soup lamb ini rasanya enak, segar, gurih dan sedikit asam. Cocok banget buat disantap pas masih panas. Kalau udah agak dingin rasanya kurang mantap. Daging lamb-nya lembut dan empuk.

Advertisements

Nasi Mandi Lamb untuk dua orang, porsinya ternyata banyak. Sampai akhirnya ga abis dan di take away, maklum anak kosan 🤣 Ketika makan nasi lamb ini jangan lupa pakai sambel ijo dan sambal tomatnya. Rasa sambalnya pedes tapi seger, enak deh pokoknya, apalagi kalau kamu pecinta sambal, beuh cocok banget!

Nah, menu omelette dibawah ini adalah menu yang dipesan oleh teman saya yang ikut meetup tapi ternyata dia ga suka makanan Arab. Menurut saya, omelettenya kurang lembut. Tapi rasanya tetep oke.

Omelette

Secara keseluruhan, saya cocok dengan restaurant ini dan mungkin akan kembali lagi buat makan nasi mandi dan nyobain menu lain.

Apakah kalian suka makanan Arab dan Timur Tengah? Makanan apa yang paling kalian suka? Atau Kalian punya rekomendasi restaurant Timur Tengah yang perlu dicoba? Silakan share di kolom komentar berikut ya 👋🏻😎

Author: Aniatul Hidayah

A curious traveler and life-seeker who enjoys working from home as Search Engine Evaluator and Blogger. Please visit my Linkedin to know more about me!

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.